Kamis, 29 Juli 2010

'" Sepenggal Kisah Waktu Pagi "

Pagi itu kulihat seorang bapak duduk diujung jalan, dengan pakaian seadanya, sandal jepit dan beberapa bambu bawaannya. Sambil menghisap rokok, bapak itu terlihat pikirannya menerawang jauh entah ke mana Seseorang menghampirinya kulihat bapak itu bertanya.....mau beli bambu mas....seseorang itu menggelengkan kepala.........sambil mengulurkan sesuatu ke bapak itu....

Pada waktu yang sama dengan pagi itu, kulihat bapak itu masih duduk ditempat yang........tapi ada yang berbeda...ada goresan luka di kaki kanannya... Ya Allah...berdarah....kenapa ya....karena rasa penasaran kuberanikan diri bertanya.... Tidak pa2X Nak....tadi bapak jatuh....Aku malu dengan bapak itu meski sudah berumur tapi masih semangat menjalani hidupnya. Teringat bapak ibu yang sudah menghadap Sang Pencipta. Ada keinginan untuk merawat bapak itu....tapi gimana? mungkin bapak itu masih punya keluarga. Andai saja aku bisa, aku ingin merawat dan berbakti pada bapak ibu tapi cerita dan jalan hidup berbeda dengan yang diinginkan. Kelihatan cengeng bagi sebagian orang yang tegar kali ya keinginan ini???............


Seseorang....dalam Mimpi.....

Kamu datang...tapi siapa kamu...aku tidak mengenalmu....tapi aku merasa mengenalmu.... Andai memang benar kamu untukku...alangkah senangnya hati....Kan datang seseorang yang bisa bikin aku tersenyum, tertawa entah perasaan apalagi tak bisa kugambarkan....ya meski banyak yang bilang itu jg tak bikin bahagia...............

Rabu, 28 Juli 2010

" Malaikat kecil.........."

Apa kabar malaikat kecilku...??
Lama nian aku tak berjumpa
Sebuah dinding tebal terhampar
Entah sampai kapan..................
Tetaplah tersenyum menyambut
Hari esok.......................................

Mendung...........

Kembali mendung hitam berarak menghiasi langit, seperti rasa hatiku saat ini...hitam kelam tanpa bintang...........

Panggail Aku " Ibu " Nak

Siang itu kulihat tatapan itu, tatapan yang selama satu tahun ini selalu teringat dalam setiap kesadaranku, setiap hari – hari yang kulalui. Mata kecilnya, bibir mungilnya, senyum kecilnya seolah tidak mau hilang dari pikiranku. Gimana kabarmu Nak sekarang? Apa kamu masih ingat aku? Hanya seoarang yang menyayangimu, mencintaimu dengan sepenuh hati meski banyak yang meragukan rasa itu Nak…tapi percaya Nak…rasa sayang ini tulus dari hati.

Tatapan itu selalu sama setiap aku datang menemuinya, mbak….itu panggilanmu 2bulan lalu ketika aku menemuimu…Sayang betapa aku ingin menemuimu, menemanimu, mengajakmu main setiap saat…tapi keadaan yang tidak memungkinkan untuk itu. Ada dinding tinggi yang memisahkan aku denganmu sayang. Ingin kuhapus dinding itu tapi aku tidak mampu….. Selama ini aku hiraukan dinding pemisah itu dan berusaha terus menemuimu, yang ada dalam pikiranku Cuma menjagamu Nak…kuingin suatu saat dinding itu mencair. Aku tidak minta banyak dalam hidupku Nak…aku ingin dekat sewajarnya denganmu. Gimana dengan orang yang menemukan kita, apa masih ingat aku Nak….mungkin dia sudah sibuk dengan dunianya…semoga beliau tidak melupakanmu.

Pagi ini lagi apa Nak? Maen mobil, atau heem maen semut kecil ya…seperti klo lagi sama aku??Airmataku tlah menghiasi wajahku dari tadi pagi Nak…karena aku kangen kamu tapi aku tidak bisa menemuimu. Tetaplah jadi anak yang baik ya Nak hingga dewasa nanti, jangan nakal, nurut sama orang tua. Aku ingat gimana kamu sibuk dengan duniamu ketika tangan mungil itu memelukku…aku tidak ingin melepaskanmu Nak…tapi keadaan…sekali lagi keadaan yang tidak bias menyatukan kita. Orang yang lebih berhak terhadapmu seakan berusaha memisahkan kita, mungkin lupa ya Nak…sapa yang mengenalkan kita…mungkin juga lupa apa yang beliau perbuat bikin aku sakit Nak.

Aku sedih jika ada yang bilang aku sayang kamu karena cintaku pada seseorang yang berhak penuh dengan kamu didunia ini, tidak Nak…rasa sayangku beda dengan rasa cintaku dengan seseorang itu. Seseorang yang pernah mengisi hari – hariku, seseorang yang mengenalkan kamu dengan aku tapi seseorang juga yang berusaha agar aku tidak menemuimu lagi, menyayangimu lagi…berat Nak aku harus melakukan itu semua, aku ikhlas Nak tidak jadi ibu dalam arti nikah dengan seseorang itu tapi aku ingin menjadi ibu Nak dalam arti yang lain, yang bisa menyayangimu semampuku. Baek – baek dengan bapak ya Nak… Jangan lupa bilang bapak ….pengin maen semut denganku…jaga bapak ya Nak…karena aku tidak bisa lagi menggapai itu untuk menemani bapak dalam sisa – sisa hidupku dan menyayangi sebagai ibu dalam satu keluaraga.

Sabtu 1 Mei 2010, enam hari lagi umurmu 2tahun Nak…Selamat Ulang Tahun ya…tambah dewasa, panjang umur, tambah pinter, jangan nakal ya…Nak ada sesuatu yang pengin aku dengar dari suara kecilmu Panggil aku Ibu Nak….Panggil aku ibu ya Nak….itu saja sudah cukup untuk membuatku terus berjalan menghadapi cerita hidupku yang berliku….terus menatap langit yang biru, menyambut matahari yang terus bersinar, melalui hari – hariku yang sebisa mungkin ceria…seceria senyumanmu….selepas tawamu…seindah tatapan mata kecilmu.

1 mei….kuingin datang menemuimu, mencium pipi mungilmu sekali lagi aku tidak mampu melalui dinding itu Nak…Sampaikan Maafku untuk seseorang yang dengan kebaikannya mempertemukan kita Nak, seseorang yang mengajarkan arti cinta yang tulus, seseorang yang mengajarkan aku menyayangi dengan tulus, seseorang yang kadang bikin aku jengkel setiap aku ingat, seseorang yang membuat hari – hariku indah tapi seseorang itu juga yang merampas kebahagiaanku memiliki kasih sayang kepadamu….Suatu saat Nak entah kapan aku akan menemuimu melihatmu, menyayangimu…aku janji itu…aku selalu berdoa untuk itu semua Nak… Tapi aku juga takut kamu sudah lupa aku Nak…karena aku bukan sapa – sapamu, tidak sering hadir dalam duniamu.

Panggil aku Ibu Nak….entah kapan aku bisa dengar itu…pasti aku akan bahagia mendengarnya. Jangan nangis ya Nak…jadilah seorang yang kuat, seperti seseorang itu, semoga kebahagiaan, kegembiraan selalu bersamamu Nak. Air mata ini kembali menetes Nak ketika aku teringat kamu